Senin, 28 Maret 2011

Angin Muson Barat Dan Timur

Cekidot...!!!

 Pola Pergerakan Angin di Indonesia
Di dalam kegiatan 1 tentu Anda masih ingat, bahwa salah satu unsur cuaca dan iklim
adalah angin.  Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan udara tinggi
ke daerah bertekanan udara rendah.  Berarti angin terjadi karena adanya perbedaan
tekanan udara.



Di daerah tropis akan terjadi angin dari daerah maksimum subtropis ke daerah minimum
equator. Angin ini disebut angin passat timur laut di belahan bumi utara dan angin passat
tenggara di belahan bumi selatan. Angin passat banyak membawa uap air karena
berhembus di laut lepas. Akan tetapi pada beberapa wilayah di permukaan bumi angin
passat tersebut mengalami perubahan arah akibat pengaruh lingkungan setempat.
Di Indonesia  yang secara geografis terletak di antara dua benua (Asia dan Australia)
dan dua samudera serta letak matahari yang berubah setiap enam bulan berada di
utara dan enam bulan berada di selatan khatulistiwa, maka angin passat tersebut
mengalami perubahan menjadi angin muson (angin musim) barat dan angin muson timur.
a. Angin Muson Barat
Angin muson barat berhembus pada bulan Oktober - April, matahari berada di belahan
bumi selatan, mengakibatkan belahan bumi selatan khususnya Australia lebih banyak
memperoleh pemanasan matahari daripada benua Asia. Akibatnya di Australia
bertemperatur tinggi dan tekanan udara rendah (minimum). Sebaliknya di Asia yang
mulai ditinggalkan matahari temperaturnya rendah dan tekanan udaranya tinggi
(maksimum).
Oleh karena itu terjadilah pergerakan angin dari benua Asia ke benua Australia
sebagai angin muson barat. Angin ini melewati Samudera Pasifik dan Samudera
Indonesia serta Laut Cina Selatan. Karena melewati lautan tentunya banyak
membawa uap air dan setelah sampai di kepulauan Indonesia  turunlah hujan. Setiap
bulan November, Desember, dan Januari Indonesia bagian barat sedang mengalami
musin hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi.
b. Angin Muson Timur
Angin muson timur berhembus setiap bulan April - Oktober, ketika matahari mulai
bergeser ke belahan bumi utara. Di belahan bumi utara khususnya benua Asia
temperaturnya tinggi dan tekanan udara rendah (minimum). Sebaliknya di benua
Australia yang telah ditinggalkan matahari, temperaturnya rendah dan tekanan udara
tinggi (maksimum). Terjadilah pergerakan angin dari benua Australia ke benua Asia
melalui Indonesia sebagai angin muson timur. Angin ini tidak banyak menurunkan
hujan, karena hanya melewati laut kecil dan jalur sempit seperti Laut Timor, Laut
Arafuru, dan bagian selatan Irian Jaya, serta Kepulauan Nusa Tenggara. Oleh sebab
itu, di Indonesia sering menyebutnya sebagai musim kemarau.
Di antara kedua musim, yaitu musim penghujan dan kemarau terdapat musim lain
yang disebut Musim Pancaroba (Peralihan). Peralihan dari musim penghujan ke musim
kemarau disebut musim kemareng, sedangkan peralihan dari musim kemarau ke
musim penghujan disebut musim labuh.
Adapun ciri-ciri musim pancaroba (peralihan), yaitu antara lain udara terasa panas,
arah angin tidak teratur,  sering terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu yang
singkat dan lebat.27
c. Angin Lokal
Selain angin muson barat dan timur juga terdapat angin lokal. Angin ini bertiup setiap
hari, seperti angin darat, angin laut, angin lembah dan angin gunung.
1) Angin Darat dan Angin Laut
Angin ini terjadi di daerah pantai yang diakibatkan adanya perbedaan sifat daratan
dan lautan. Pada malam hari daratan lebih dingin daripada lautan sehingga di
daratan merupakan daerah maksimum yang menyebabkan terjadinya angin darat.
Sebaliknya, pada siang hari terjadi angin laut. Perhatikan gambar 20. Kedua
angin ini banyak dimanfaatkan oleh para nelayan tradisional untuk menangkap
ikan di laut. Pada malam hari saat bertiupnya angin darat, para nelayan pergi
menangkap ikan di laut. Sebaliknya pada siang hari saat bertiupnya angin laut,
para nelayan pulang dari penangkapannya.

c. Angin Lokal
Selain angin muson barat dan timur juga terdapat angin lokal. Angin ini bertiup setiap
hari, seperti angin darat, angin laut, angin lembah dan angin gunung.
1) Angin Darat dan Angin Laut
Angin ini terjadi di daerah pantai yang diakibatkan adanya perbedaan sifat daratan
dan lautan. Pada malam hari daratan lebih dingin daripada lautan sehingga di
daratan merupakan daerah maksimum yang menyebabkan terjadinya angin darat.
Sebaliknya, pada siang hari terjadi angin laut. Perhatikan gambar 20. Kedua
angin ini banyak dimanfaatkan oleh para nelayan tradisional untuk menangkap
ikan di laut. Pada malam hari saat bertiupnya angin darat, para nelayan pergi
menangkap ikan di laut. Sebaliknya pada siang hari saat bertiupnya angin laut,
para nelayan pulang dari penangkapannya.

2) Angin Lembah dan Angin Gunung
Pada siang hari puncak gunung lebih cepat menerima panas daripada lembah
yang dalam keadaan tertutup. Puncak gunung tekanan udaranya minimum dan
lembah tekanan udaranya maksimum. Karena keadaan ini maka udara bergerak
dari lembah menyusur lereng menuju ke puncak gunung. Angin dari lembah ini
disebut angin lembah.


Oke Gan... mungkin udah cukup jelas ya...
Sampai jumpa di postingan selanjutnya....

Jangan Lupa Kunjungi juga Blog saya:
allilmuinhere.blogspot.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar